TUJUAN POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL UNTUK PENCEGAHAN KORUPSI

Politik dan strategi nasional merupakan sebuah panduan dan sebuah pedoman untuk melaksanakan strategi di dalam pembangunan bangsa. Pada strategi nasional diawali dengan sebbuah rancangan dari apa yang akan di dalam sebuah pembangunan dimana dalam prosesnya itu akan dilakukan sebuah pembangunan yang akan terus berlanjut yang bertujuan dari hasil rancangan tersebut akan dicapai masyarakat yang adil dan makmur.

Politik strategi nasional dapat dikatakan sebagai sebuah pencapaian tujuan yang menyesuaikan dengan isi dari Undang Undang Dasar 1945 dimana bangsa Indonesia melaksanakan pembangunan semesta. Tujuan nasional diawali dengan kegiatan dari proklamasi sebagai sebuah pedoman untuk mencapai tujuan nasional.

Lalu sampai saat ini apakah cita cita nasional dari sebuah rancangan strategi sudah tercapai?. Dimana sampai saat ini masih banyak krisis yang terjadi khususnya di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah.  Bagaimana dengan masalah korupsi di negara kita ini? Yang hingga saat ini masih sangat melekat di tubuh masyarakat serta warga negara Indonesia. Dari mulai pengadaan anggaran pemerintah hingga ke daerah daerah terpencil pun sudah sering terjadi apa yang dinamakan dari sebuah korupsi.

Contoh kecilnya mulai dari kantor pelayanan masyarakat, dimana sering kali terjadi kasus kasus suap baik antara masyarakat dengan aparat pelayanan masyarakat. Misalkan prosedur pembuatan KTP untuk masyarakat tidak dikenakan biaya tetapi hasilnya sangat tidak memuaskan, yang akhirnya masyarakat akan memberi uang suap yang istilahnya pelicin agar prosedur tersebut pembuatannya bisa jadi dengan cepat. Pelayanan masyarakat tidak dikenai biaya namun persyaratan dan tata cara nya yang sangat sulit untuk masyarakat terlebih bagi sebagian orang yang ke seharian nya sibuk dan ingin mencari cara yang termudah, pastilah orang tersebut akan memberi uang agar pengadaan nya dapat cepat jadi.

Memang semata mata bukan kesalahan perorangan, namun sistim juga memungkinkan terjadinya korupsi yang akhirnya orang miskin lah yang menanggung dampak tersebut. Lalu bagaimana di dalam pemerintahan kita sendiri, yang mana masih adanya penyalah gunaan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Korupsi itu ibaratkan seperti kanker, yang cepat merayap kemana mana tanpa kita sadari, tidak berbunyi tetapi tiba tiba pondasi kita cepat rapuh.

Bahkan pada Tujuan nasional sudah jelas memberikan sebuah semangat dimana semangat isi jiwa dari pembukaan UUD 45 yang sudah jelas berisikan tentang pencapaian kepada masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan pancasila. Namun dimanakah tujuan tersebut bila sekarang saja masih banyak masyarakat yang miskin dan sulit untuk hidup makmur. Korupsi itu sendiri menurut pengamatan seseorang dapat terjadi akibat dari pemerintah yang tidak cepat menutup kesempatan atau lubang lubang terjadinya korupsi. Lalu lubang – lubang ini kemudian mengakibatkan suatu proses korupsi yang melembaga kemudian mempengaruhi terhadap perilaku dan akhirnya terbentuklah semacam budaya di Indonesia.

 

 

Maka dari itu agar tujuan dari strategi nasional di negara kita ini dapat terealisasikan, hal yang paling utama kita musnahkan yaitu kebiasaan perilaku kita dari budaya korupsi itu sendiri, yang akhirnya masyarakat indonesia akan merasakan tujuan dari pancasila yaitu masyarakat yang adil dan sejahtera. Sebenarnya kemiskinan di indonesia yaitu terjadi karena tiga hal, yaitu akses terhadap pendidikan, akses masyarakat dan kesehatan, serta akses terhadaap permodalan yang masih sagat lemah.

Lalu sekarang jika kita gabungkan dengan politik di negara kita ini, khususnya kepada calon calon legislatif dan calon presiden yang masih selalu menjanjikan masyarakat hidup sejahtera namun pada kenyataan nya masih banyak pemukiman pemukiman kumuh di beberapa daerah yang artinya janji janji tersebut hanya terucap dari perkataan namun tidak dilaksanakan. Bagaimana masyarakat Indonesia bisa hidup makmur dan sejahtera.

Mungkin sudah beberapa tahun ini pemerintah mengadakan program pendidikan wajib 9 sampai 12 tahun sekolah gratis yang masyarakat bebas dari biaya tetapi potongan potongan lain malah semakin parah, bagaimana masyarakatnya bisa hidup sejahtera dengan pengetahuan yang tinggi jika pemerintah hanya menggalang program tetapi tidak menganalisa dampak dari program yang di buat tersebut. Berdasarkan sebuah studi dari Indonesian Corruption Watch menunjukan bahwa penyebab hilangnya uang negara adalah penggelapan dan anggaran pembangunan lah yang disebut sebut sebagai ranah rawan korupsi.

Maka bagi calon – calon presiden Indonesia yang akan memimpin dan membawa Indonesia selama 5 tahun kedepan di harapkan mampu memperhatikan bagaimana masyarakat indonesia dapat hidup dengan makmur dan sejahtera yang mesti dianalisa hasil pemikiran nya, sehingga masyarakat dapat hidup dengan makmur bukan semakin terpuruk. Serta perhatikan pula dari segi REPELITA atau rencana pembangunan lima tahun dimana masalah korupsi sangat besar sekali bila berkaitan dengan anggaran ppembangunan negara. Mungkin bila kekayaan masyarakat di Indonesia dibatasi seperti halnya di Negara Singapura, maka buat apa kita hidup korupsi yang mana harta kita sendiri akan diambil oleh negara jika harta kita melebihi ketentuan dan kebijakan negara, yang artinya negara tidak akan memiliki hutang berlipat lipat yang tak pernah kunjung usai. Dan rakyat miskin pun bisa teratasi dengan baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s